Lompat ke konten

Masih Bingung CCW vs CW Drone Propeller? Ini Penjelasan Sederhananya

LinkedIn
X
Facebook
details propeller drone ccw vs cw

Pernah mengganti propeller drone, tetapi drone malah tidak mau lepas landas atau langsung berputar tidak terkendali? Kalau iya, besar kemungkinan masalahnya bukan pada motor, baterai, atau flight controller. Penyebabnya bisa jadi karena CCW vs CW drone propeller terpasang di posisi yang salah.

Sekilas, semua propeller drone memang terlihat hampir sama. Selama ukurannya sesuai, banyak orang menganggap semuanya bisa dipasang di posisi mana saja. Padahal kenyataannya tidak demikian. Setiap drone multirotor menggunakan dua jenis propeller, yaitu CW (Clockwise) dan CCW (Counter Clockwise). Meskipun terlihat mirip, keduanya dirancang untuk arah putaran yang berbeda dan tidak bisa saling ditukar.

Memasang propeller yang salah dapat membuat drone gagal lepas landas, terbang tidak stabil, atau langsung berputar tidak terkendali sesaat setelah lepas landas. Pada drone pertanian yang membawa payload berat, kesalahan kecil seperti ini bisa menimbulkan dampak yang jauh lebih serius.

Propeller adalah komponen yang mengubah putaran motor menjadi gaya dorong (thrust), sehingga drone dapat menghasilkan gaya angkat dan terbang.

Drone pertanian umumnya menggunakan propeller yang jauh lebih besar dibandingkan drone konsumen. Sebagian besar berukuran 28 hingga 34 inci, memiliki dua atau tiga bilah, menggunakan desain foldable, dan dirancang untuk mengangkat beban berat seperti tangki semprot serta baterai berkapasitas besar.

Lalu, apa sebenarnya arti CW dan CCW?

CW (Clockwise) adalah propeller yang dirancang untuk berputar searah jarum jam jika dilihat dari atas, sedangkan CCW (Counter Clockwise) adalah propeller yang dirancang untuk berputar berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari atas.

propeller drone ccw dan cw

Setiap drone multirotor menggunakan kedua jenis propeller ini.

Sebagai contoh:

– Quadcopter → 2 CW + 2 CCW

– Hexacopter → 3 CW + 3 CCW

– Octocopter → 4 CW + 4 CCW

Susunan ini bukan dibuat secara acak. Konfigurasi tersebut sangat penting untuk menjaga kestabilan drone saat terbang.

Jika Anda ingin mengganti propeller, jangan hanya mengandalkan ukurannya saja. Ada beberapa cara untuk membedakan propeller CW dan CCW.

Cara paling mudah adalah melihat tanda CW atau CCW yang biasanya dicetak pada hub propeller atau kemasannya.

Jika tersedia, selalu jadikan tanda tersebut sebagai acuan utama.

Propeller CW dan CCW merupakan bayangan cermin (mirror image) satu sama lain.

Posisi leading edge atau sisi depan bilah akan berbeda sesuai dengan arah putaran yang dirancang.

Pada propeller dengan sistem quick release, arah ulir hub juga dibuat berbeda.

– Motor CW umumnya menggunakan ulir kiri (left hand thread).

– Motor CCW umumnya menggunakan ulir kanan (right hand thread).

Desain ini bertujuan agar propeller tidak mudah mengendur saat drone beroperasi.

torsi propeller drone ccw dan cw

The answer comes down to torque.

Saat motor memutar propeller, udara akan terdorong ke bawah untuk menghasilkan gaya angkat. Sesuai Hukum Newton III, putaran propeller juga menghasilkan gaya reaksi berupa torsi yang arahnya berlawanan pada rangka drone.

Artinya:

– Propeller CW menghasilkan torsi reaksi berlawanan arah jarum jam.

– Propeller CCW menghasilkan torsi reaksi searah jarum jam.

Jika semua propeller berputar ke arah yang sama, seluruh torsi tersebut akan saling menambah sehingga drone terus berputar dan tidak dapat melakukan hover dengan stabil.

Dengan menyeimbangkan propeller CW dan CCW pada setiap sisi rangka, gaya torsi tersebut saling meniadakan sehingga drone dapat terbang dengan stabil.

Penggunaan propeller CW dan CCW bukan hanya bertujuan untuk menyeimbangkan torsi.

Flight controller juga memanfaatkan konfigurasi ini untuk mengendalikan yaw, yaitu gerakan rotasi drone pada sumbu vertikalnya.

Sebagai contoh, ketika drone ingin berputar searah jarum jam, flight controller akan sedikit menaikkan RPM motor CCW dan menurunkan RPM motor CW. Total gaya angkat tetap hampir sama sehingga ketinggian drone tidak berubah, tetapi perbedaan torsi tersebut membuat drone berputar sesuai perintah.

Tanpa kombinasi propeller CW dan CCW, drone tidak akan dapat mengendalikan gerakan yaw dengan benar.

Meskipun Anda sudah memasang propeller yang benar, hasilnya tetap tidak akan optimal jika motor ternyata berputar ke arah yang salah.

Motor Brushless DC (BLDC) yang digunakan pada hampir semua drone pertanian memiliki tiga kabel fasa. Arah putar motor ditentukan oleh urutan aktivasi ketiga kabel tersebut.

Mengubah arah putaran motor cukup mudah:

– Menukar posisi dua dari tiga kabel fasa, atau

– Mengubah arah putaran melalui firmware ESC saat menggunakan protokol digital modern seperti DShot.

Karena itu, penting untuk selalu memastikan arah putaran motor setiap kali motor diganti.

Propeller CW yang dipasang pada motor yang sebenarnya berputar CCW tetap akan menghasilkan performa yang sama buruknya seperti menggunakan propeller yang salah.

Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi di kalangan pengguna drone.

Meskipun terlihat mirip, propeller CW dan CCW sebenarnya tidak simetris.

Setiap bilah dirancang dengan profil airfoil, sudut puntir (twist), dan sudut serang (angle of attack) tertentu agar dapat menghasilkan gaya dorong maksimal hanya pada satu arah putaran.

Dengan kata lain, propeller CW dan CCW merupakan komponen bayangan cermin (mirror image), bukan komponen yang sama yang cukup dibalik pemasangannya.

Jika dipasang secara tidak tepat, efisiensi aerodinamis akan turun drastis sehingga menyebabkan gaya angkat berkurang, penerbangan menjadi tidak stabil, atau bahkan drone gagal lepas landas.

Sebelum menerbangkan drone, luangkan beberapa menit untuk memastikan hal-hal berikut:

1. Ikuti diagram posisi motor dari pabrikan, jangan hanya meniru posisi pemasangan sebelumnya.

2. Pastikan label propeller CW atau CCW sudah sesuai.

3. Pastikan diameter dan pitch propeller sesuai dengan spesifikasi motor.

4. Periksa apakah arah putaran motor sudah benar.

5. Periksa kondisi hub, ulir, dan mekanisme penguncinya untuk memastikan tidak ada keausan atau kerusakan.

6. Ganti propeller yang retak, bengkok, atau pernah mengalami benturan keras.

7. Simpan propeller CW dan CCW secara terpisah agar tidak tertukar saat proses maintenance.

Saat membeli propeller pengganti, jangan hanya memperhatikan ukurannya. Pastikan Anda membeli pasangan propeller CW dan CCW yang sesuai dengan motor dan airframe drone yang digunakan.

Untuk drone pertanian, propeller berbahan carbon fiber composite umumnya lebih direkomendasikan karena lebih kaku, memiliki balancing yang lebih baik, serta lebih tahan terhadap kelembapan dan paparan bahan kimia pertanian dibandingkan propeller plastik biasa.

Jika drone Anda menggunakan motor seperti Hobbywing X8, T-Motor U8, atau T-Motor U10, memilih pasangan propeller CW dan CCW yang tepat akan membantu memastikan pemasangan yang aman, performa yang konsisten, serta umur pakai yang lebih panjang.